obat maag kronis paling ampuh

Obat Maag METAMA

  1. ALAMI

Metama merupakan obat maag alami dari tumbuhan bersifat organik sehingga mudah diserap oleh tubuh.

  1. TERUJI

Metama Telah diuji di Laboratorium Perguruan Tinggi Terakreditasi.

  1. TEREGISTRASI

Obat Maag kronis paling ampuh Metama telah teregistrasi di BPOM.

  1. BERKHASIAT

Maag kronis bisa sembuh dengen khasiat Metama dan memelihara kesehatan lambung.

harga obat maag polysilane
obat maag cari resep dokter
harga obat maag cair
jenis obat maag resep dokter

Metama

Kapsul Metama –  METAMA® adalah produk obat maag kronis herbal yand merupakan ekstrak tumbuhan dari ramuan tradisional yang mempunyai khasiat membantu menghilangkan gejala sakit maag dan memelihara kesehatan lambung.

Ramuan tradisional kunyit dan ketumbar sudah lama dan banyak digunakan dalam mengobati gangguan penyakit maag dan memelihara kesehatan pencernaan terutama lambung.

Kunyit (Curcuma domestica) kaya akan kandungan minyak atsiri yang dapat menekan keluarnya asam lambung yang berlebihan dan meningkatkan kandungan mucus dari getah lambung yang berfungsi melindungi lambung, serta dapat mengurangi gerak usus terlalu kuat sehingga mampu mencegah diare.

Kurkumin pada kunyit berkhasiat mematikan kuman (anti bakteri) dan menghilangkan rasa kembung karena dinding kantung empedu dirangsang lebih giat untuk mengeluarkan cairan pemecah lemak. Selain itu kunyit juga berkhasiat melancarkan aliran darah dan meningkatkan energy, sebagai anti radang, meredakan nyeri, peluruh kentut dan mempercepat penyembuhan luka.

Ketumbar (Coriandrum sativum) pada pengobatan maag berkhasiat memperbaiki radang lambung, gangguan pencernaan dan dapat dimanfaatkan sebagai peluruh kentut, mencegah mual dan pusing.

KOMPOSISI

Tiap kapsul Produk Metama® mengandung,

Ekstrak Curcuma domestica Val         162,5 mg

Ekstrak Coriandrum sativum L            162,5 mgv

KHASIAT DAN KEGUNAAN

  • Membantu memelihara kesehatan lambung
  • Membantu meredakan nyeri lambung dan mual
  • Membantu memperbaiki peradangan lambung
  • Mengurangi sekresi asam lambung dan meningkatkan produksi mucus yang berfungsi melapisi / melindungi mukosa lambung
  • Membantu mengeluarkan gas di lambung
  • Memelihara kesehatan pencernaan / usus dan mengobati diare

ATURAN PAKAI

Dewasa

Untuk penyembuhan  : 3 x 2 kapsul sehari

Untuk pemeliharaan   : 1 – 3 x 1 kapsul sehari

Diminum sebelum makan

Peringatan:

Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui

POLA MAKAN DAN HIDUP SEHAT

Bila Anda memiliki sakit maag, penting untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat meningkatkan asam lambung atau menyebabkan kontraksi perut. Simak daftar bahan makanan populer di bawah ini dan cari tahu mana yang boleh dan tidak boleh Anda konsumsi.

  • Sayuran: brokoli, asparagus, kacang hijau, seledri, dan kembang kol semua rendah asam dan boleh dikonsumsi.
  • Sangat serbaguna. Sayuran akar lainnya seperti bit dan wortel juga baik untuk dikonsumsi. Namun, kurangi bawang.
  • Oatmeal rendah gula dan memiliki banyak serat, tidak akan menyebabkan refluks asam lambung.
  • Hanya gunakan roti gandum whole wheat atau whole grain yang belum diproses karena dipenuh dengan serat, vitamin, dan nutrisi lainnya.
  • Memang sulit makan tanpa nasi, namun jika memungkinkan, gunakan beras merah.
  • Daging dan unggas, atau ikan dan seafood non-lemak. Anda masih bisa menikmati daging walaupun memiliki maag, tetapi pilih potongan yang berisi, dan hindari lemak.
  • Putih telur. Penuh protein dan rendah lemak. Sebisa mungkin hindari kuning telur karena dapat menyebabkan gejala.
  • Semua buah baik untuk kesehatan, namun penderita maag sebaiknya mengurangi buah-buahan tinggi asam seperti lemon, jeruk, atau tomat.
  • Makanan yang harus dihindari: cokelat, peppermint, kafein, alkohol, makanan berlemak, jeruk dan jus jeruk, tomat dan jus tomat, cabai dan lada hitam, alkohol, minuman bersoda.

Panduan memasak untuk penderita maag

Ketika Anda memasak makanan, jangan menggunakan minyak atau lemak. Itu berarti Anda sebaiknya tidak menggoreng makanan Anda. Lemak lebih sulit untuk dicerna sepenuhnya, sehingga akan tinggal lebih lama di perut Anda. Sebaliknya, cobalah resep makanan yang dikukus, direbus, dibakar, atau di panggang.

Bagilah makanan Anda menjadi porsi kecil. Cobalah untuk menghindari makan makanan dalam porsi besar secara sekaligus. Pada sebagian besar kasus maag, esophagus sphincter lemah dan memberikan tekanan pada perut Anda sehingga menyebabkan refluks asam. Daripada makan tiga kali sehari, Anda bisa makan 4 sampai 5 kali dengan porsi yang lebih kecil.

Apa yang harus dilakukan setelah makan?

  • Setelah makan, Anda harus menghindari berbaring untuk setidaknya dua jam. Langsung berbaring atau tidur setelah makan dapat membuat asam lambung lebih mudah mengalir ke esophageal sphincter Anda.
  • Permen karet (jangan memilih rasa peppermint) dapat merangsang produksi air liur dalam mulut Anda, dan dapat membantu memindahkan asam lambung ke dalam usus kecil lebih cepat.
  • Setelah makan, minum segelas kecil air untuk membasuh makanan dan asam yang dapat tertumpah ke kerongkongan Anda. Anda dapat minum air, air mineral, teh tanpa kafein, jus non-jeruk, atau susu rendah lemak atau tanpa lemak. Namun, hindari minum minuman bersoda, jus tomat, jus jeruk, alkohol, kopi, teh, dan minuman ringan yang mengandung kafein.

Anda dapat secara efektif mengelola dan menghindari efek parah dari maag jika Anda memiliki pola makan yang seimbang dan sehat. Mulai peduli tentang kebiasaan makan sesegera mungkin untuk mencegah maag.

  • Kemasan

Box isi 10 strip @ 6 kapsul

Simpan dalam wadah / bungkus aslinya di tempat sejuk dan kering

Maag Kronis Bisa Sembuh dengan METAMA

Testimoni

obat maag alami dari tumbuhan
obat sakit maag alami yang ampuh
obat maag kampung
obat maag alami dari buah

Maag Kronis Saya Pulih dengan Metama

Bagi Anna (43) seorang Ibu dua orang anak ini, Sakit Maag sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Bagaimana tidak, sejak usianya 20-an, setiap kali telat makan maagnya pasti kambuh. “Saya terkena sakit maag sejak kuliah. Mungkin karena sering terlambat makan waktu itu. Awalnya hanya gejala maag biasa, mual, kembung, perih. Tapi lama kelamaan, sakit maagnya makin parah dan menjadi kronis. Kalau saya telat makan, selain, kembung, perih, mual, nyeri, di lambung saya seperti ada angin yang “berjalan-jalan”, kalau sudah begitu badan saya lemas sampai keluar keringat dingin sehingga tidak bisa beraktivitas, saya hanya bisa berbaring saja di tempat tidur,” ujar Anna.

Berbagai obat maag sudah banyak Anna coba, dari mulai obat maag yang dijual bebas sampai obat yang diresepkan dokter tapi Maag kronis Anna tidak juga kunjung sembuh. Anna hanya berusaha menghindari pemicu serangan maagnya saja, seperti tidak boleh sampai telat makan atau menghindari minum kopi. Tapi ketika kondisi tersebut tidak bisa dihindarkan, lagi-lagi Anna harus merasakan akibatnya.

“Suatu hari sekitar dua tahun lalu, Adik ipar saya membawakan Kapsul Metama, obat maag herbal untuk sakit maag. Saya mau langsung mencobanya, karena saya direkomendasikan oleh adik ipar saya yang notabene orang kesehatan, Ia pasti faham tentang obat, dan saya lihat obat ini selain herbal juga sudah ada nomor ijin BPOM nya, jadi tidak ada salahnya Saya coba,” lanjut Anna.

“Waktu pertama minum Kapsul Metama, gas rasanya seperti diluruhkan sehingga kembung perlahan hilang dan perut rasanya nyaman. Dalam rentang waktu 2.5 bulan saya konsumsi, gangguan di lambung seperti perih, mual, dll. Intensitasnya makin lama makin berkurang, hingga saya tidak merasakan lagi semua gangguan itu,” ujar Anna.

Kini Anna merasa sakit maag kronisnya sudah pulih, kalau pun sesekali ia merasakan mual atau perih karena telat makan, intensitas sakitnya tidak seperti dulu, sekarang seperti gejala sakit maag biasa, saya tetap bisa beraktivitas. Bahkan kini Ia bisa mengkonsumsi kopi, minuman yang belasan tahun ia sangat hindari karena takut akan efek samping pada lambungnya,” kata Anna.

Anna, 43 Tahun

Metama Ampuh Atasi Mual dan Muntah Efek Samping dari Mengkonsumsi Antibiotik untuk Luka Diabetes yang Infeksi, yang biasanya Membuat Saya Terkapar

Diabetes Melitus yang diderita Inna (40) selama 2 tahun terakhir ini, membuatnya harus terbiasa dengan adanya luka di kaki. Bagi penderita diabetes tipe 2 seperti dirinya, luka bukan hal sepele. Dari luka yang biasanya disebabkan oleh bakteri clostridium Perfringens atau Bacillus Fusiformis inilah dapat menyebabkan infeksi hebat. Kadar gula yang tinggi dapat menurunkan fungsi sistem tubuh sehingga luka dan infeksi akan sulit sembuh karena kemampuan melawan kuman yang menurun.

Untuk mengatasi lukanya, Inna harus mengkonsumai 2 macam antibiotik yang diresepkan dokter, yaitu Clindamicin dan Metronidazol. Antibiotik yang biasanya diberikan kepada penderita diabetes yang mengalami peradangan pada luka.

“Sebenarnya saya tidak punya sakit Maag, tapi efek dari mengkonsumsi antibiotik tersebut seperti maag parah, perut sakit, linu, perih, dan asam lambung naik sampai ke tenggorokan, menimbulkan rasa panas  dan membuat mual luar biasa menyebabkan saya muntah-muntah. Jika sudah demikian, saya tidak bisa beraktivitas, hanya terbaring lemah di tempat tidur,” papar Inna.

Kondisi seperti itu Ia jalani selama 10 hari, sesuai dosis antibiotik yang harus dihabiskan. “Meskipun saya sudah mengkonsumsi obat maag dari dokter, 2 jam sebelum minum obat antibiotik itu, namun tetap saja tidak dapat membantu. Kondisi semakin menjadi karena selama 10 hari itu hampir tidak ada makanan yang masuk, karena setiap kali makan, akan keluar lagi karena mual yang tak tertahankan. Satu-satunya minuman yang bisa masuk dan tidak dimuntahkan lagi adalah air kelapa,” papar Inna.

Suatu hari kakak ipar yang khawatir akan kondisi dirinya, membawakan Kapsul Metama, yang sudah membantu mengatasi maag kronis yang lama dideritanya. “Ketika saya terkena infeksi di kaki untuk kedua kalinya. Saya langsung konsumsi Kapsul Metama. Dengan harapan bisa meredam efek mual dan muntah dari antibiotik  itu,” ujar Inna.

Dengan mengkonsumsi Kapsul Metama, Inna tidak merasakan efek mual dan muntah antibiotik seperti sebelumnya. “Perut saya “enak dan nyaman”. Dan yang luar biasa, Ia bisa makan dan minum tanpa rasa mual, apalagi muntah. Kapsul Metama membantu saya melewati 10 hari tanpa efek yang menyiksa dari mengkonsumsi antibiotik seperti sebelumnya,” lanjutnya.

“Kapsul Metama sekarang benar-benar saya jadikan andalan, ketika saya terkena infeksi. Tidak ada lagi hari-hari berat karena efek mual dan muntah dari antibiotik seperti dulu,” tutup Inna bahagia.

Inna, 40 tahun

Metama Menyembuhkan Maag Kronis Saya Sampai Tuntas

Dalam bersantap bagi Yongki belum lengkap rasanya menikmati makanan tanpa rasa pedas. Terkadang Ia menambahkannya dalam level pedas yang sangat ekstrim. “Makanan Pedas kan selain membangkitkan selera juga membuat ketagihan,” kata Yongki.

Kebiasaan makan pedas yang sudah berlangsung lama mulai dirasakan akibatnya di awal tahun 2016 dimana Ia mulai sering mengalami gejala maag seperti perut kembung, perih, mual, Sembelit, dll. Lama kelamaan gejala tersebut disertai badan lemas, jantung berdebar, terasa tegang di leher dan tidak nyaman berada di keramaian karena pusing seperti Vertigo.

“Karena obat maag biasa tidak mampu meredakan semua keluhan itu  maka Saya pun mendatangi Dokter Internist di Bandung. Dari hasil endoscopy diduga di lambung Saya terdapat infeksi yang disebabkan bakteri. Hal ini kemungkinan karena kebiasaan Saya makan makanan pedas yang menyebabkan lapisan lambung menipis dan rapuh sehingga rentan terkena infeksi. Walhasil Saya pun harus konsumsi obat dalam jumlah yang cukup banyak,” papar Yongki.

Pada April 2016 ketika Ia dan keluarga tengah berlibur di Malaysia, Ia menyempatkan diri berobat di sana, memeriksan kondisinya pada seorang dokter di Subang Jaya Malaysia. Hasilnya sama, infeksi lambung. Dan lagi-lagi Ia harus konsumsi banyak obat .

Belum juga membuahkan hasil karena sakit maag itu masih saja mengganggu aktivitas Yongki sebagai Pengusaha di bidang property maka pada bulan Agustus 2016, Ia memeriksakan diri ke Dokter Spesialis di Rumah Sakit Ternama di Singapura, disana Ia menjalani endoscopy kembali. Hasilnya terlihat kalau lambung Yongki seperti balon dimana terjadi pembengkakan dan peradangan.  Kala itu obat yang harus dikonsumsi 6 macam.

Lelah karena terus mengkonsumsi obat-obat kimia dalam jumlah cukup banyak dan khawatir efek jangka panjangnya, membuat Yongki berpikir untuk mencari pengobatan lain yang lebih aman.

Masih di bulan Agustus 2016, secara kebetulan Ia bertemu teman semasa SMA yang sudah sembuh dari sakit maag kronis. “Saya dianjurkan seorang teman untuk mencoba Kapsul Metama. Pada saat itu saya langsung mau mencoba karena obat maag ini herbal, dan sudah terdaftar di Badan POM jadi Saya pikir aman,” ujar Yongki.

“Saya merasakan perut “enak”, perih berkurang dan kembung hilang, ketika pertama kali mengkonsumsi Kapsul Metama,” Kata Yongki.

Merasakan progress yang sangat signifikan dari hari ke hari, Ia teruskan mengkonsumsi Kapsul Metama, tanpa obat lain. Semua keluhan yang dulu Ia rasakan, secara bertahap dituntaskan oleh Kapsul Metama, BAB pun lancar.

Menurut Yongki Kapsul Metama tidak hanya mengobati tapi juga memelihara kesehatan lambung hingga tidak mudah kambuh lagi. “Pencernaan Saya seperti diperbaiki secara menyeluruh oleh Kapsul Metama. Saya senang dengan hasilnya karena saya benar-benar bisa fokus bekerja tanpa terganggu sakit maag lagi,” kata Yongki.

Yongki, 42 Tahun

1.5 Tahun Mengalami Gangguan Pencernaan, Tuntas dalam 3 Bulan dengan Metama

Tanpa diketahui penyebabnya, dari 1.5 tahun lalu, Liana, seorang perempuan berusia 42 tahun asal Bandung, mengalami gangguan pencernaan dimana setiap kali BAB selalu encer meski tidak sedang diare karena frekuensinya pun normal. Dan walaupun makanan yang dikonsumsi sudah dijaga, kondisinya tetap demikian.

Liana mengkonsultasikan kondisi tersebut kepada dokter, dan dokter menyatakan bahwa BAB encer yang Ia alami disebabkan karena adanya gangguan pencernaan yang mengakibatkan makanan yang dikonsumsi tidak dapat dicerna dan diserap secara optimal.

“Dokter memberi obat untuk membantu memadatkan BAB Saya. Jadi setiap hari selama 1.5 tahun, Saya harus mengkonsumsi obat tersebut,” Kata Ibu tiga orang anak tersebut.

Ia menjadi sangat tergantung dengan obat itu, karena ketika ia berhenti mengkonsumsi maka BABnya pun akan encer kembali. Kondisi ini tentu membuatnya sangat tidak nyaman. “Karena rasa penasaran dan ingin mendapatkan second opinion, Saya sampai berobat ke Singapura dan ternyata diagnosanya sama, gangguan pencernaan,” Lanjut Liana.

Sampai suatu hari Ia bercerita tentang kondisinya tersebut kepada seorang teman. “Tiga bulan lalu, teman saya merekomendasikan Kapsul Metama, obat maag herbal untuk atasi masalah di lambung. Saya pun langsung mencobanya,” Ujar Liana.

Ia mengkonsumsi Kapsul Metama di pagi hari sebelum sarapan, dan di luar dugaan hanya dalam satu kali konsumsi, Kapsul Metama bisa bekerja memadatkan BABnya tersebut. Dan berbeda dengan obat sebelumnya yang Ia minum, Kapsul Metama membuat perutnya “enteng” karena selain BABnya kembali normal, gas di lambung juga diluruhkan.

Sejak saat itu, ia intensifkan mengkonsumsi Kapsul Metama tanpa di-combain dengan obat lain, sampai Ia merasa kondisinya benar-benar normal. “Saya konsumsi Kapsul Metama 1 – 2 kali sehari. Dan Pernah Saya coba berhenti minum, ternyata BAB saya tetap normal. Berarti Kapsul Metama selain membantu menormalisasi pencernaan Saya juga tidak menyebabkan ketergantungan,” papar Liana.

Senang akan hasil yang Ia rasakan, kini Liana banyak merekomendasikan Kapsul Matema kepada teman dan kerabatnya. Dan hasilnya memang efektif, dapat membantu masalah di lambung dan pencernaan.

Liana, 42 Tahun

Maag yang Dipicu Stress, Tuntas dengan Metama

“Stress dapat memicu sakit maag”- diakui oleh Agnes benar adanya karena Ibu 3 orang anak berusia 42 tahun ini mengalami sendiri hal tersebut. Sedari muda, meskipun Ia penyuka kopi, makanan pedas dan asam, Ia merasa lambungnya baik-baik saja.

Sampai suatu hari di awal tahun 2015, tiba-tiba Ia sering merasakan sesak nafas, kepala pusing, kembung dan terasa ada yang menekan di area lambung. Semua bermula setelah Ia mendapat diagnosa dari Dokter Spesialis Hematologi bahwa Ia mengidap penyakit Lupus, tentu saja vonis itu membuatnya stress berat karena Ia merasa tidak memiliki gangguan apa pun sebelumnya. Awalnya Ia datang ke dokter tersebut hanya untuk mengkonsultasikan hasil general check up dimana tertulis Ia mengalami agregasi trombosit.

Pada saat itu saya semakin sering merasakan sesak nafas, setiap malam hampir tidak bisa tidur. Menghindari gagal nafas, Ia tidur dengan posisi duduk bersandar di tempat tidur. “Saat itu saya belum sadar kalau itu gejala maag, malah saya berpikir gangguan jantung,” ujur pemilik salon di Bandung tersebut.

Setelah berobat beberapa minggu, dengan melewati serangkaian test Laboratorium, Ia mulai merasa ragu akan diagnosa dokter tersebut maka Ia memutuskan untuk berkonsultasi ke Dokter Hematologi yang lain. Dan benar saja Dokter Hematologi yang baru tidak melihat gejala lupus pada hasil test darah yang sudah ia lakukan dan Ia hanya diberi obat pengencer darah. Dan dokter tersebut memberikan rujukan ke Dokter Spesialis Gastroenterologi untuk mengatasi keluhan sesak nafas dan sakit di lambung Agnes.

“Dari Dokter Spesialis Gastroenterologi itulah Saya diketahui mengidap sakit maag dan diduga dipicu oleh stress yang cukup berat sehingga menyebabkan asam lambung naik jadi seolah ada yang menekan lambung, dan membuat nafas Saya pendek. Saya pun diresepkan obat  Maag,” Papar Agnes.

Karena suami Agnes dulu juga penderita sakit maag cukup lama, Ia malah menyarankan Agnes untuk beralih ke obat maag herbal yang pernah membantunya mengatasi maag akut yang dideritanya.

“Saya disarankan mengkonsumsi Kapsul Metama oleh suami. Pertama kali minum, Saya banyak bersendawa dan buang angin, hal ini membuat perut saya lebih lega. Saya intensifkan minum Kapsul Metama dengan dosis pengobatan tanpa mengkonsumsi obat lain, hasilnya di luar dugaan, sesak nafas, pusing dan mual berangsur hilang. Sejak saat itu, saya bisa tidur normal dan beraktivitas seperti sediakala,” Lanjut Agnes.

Kini lambungnya sudah tidak bermasalah lagi, namun Ia selalu sedia Kapsul Metama untuk berjaga-jaga atau untuk diberikan kepada teman atau kerabatnya yang sakit maag. Dan satu hal yang Agnes bisa petik untuk dijadikan pelajaran dari kejadian yang ia alami itu bahwa Ia harus lebih tenang menghadapi masalah dan tidak gampang panik atau stress yang justru membuatnya terkena sakit maag.

Agnes, 42 Tahun

Metama Cepat Atasi Maag Tanpa Menyisakan Perih di Lambung

Pola makan tidak teratur selama bertahun-tahun ternyata menyebabkan Maria terkena sakit maag. Meskipun belum terlalu parah tapi ketika kambuh, rasa sakit dan kembung di lambung cukup mengganggu aktivitas Ibu 2 anak asal Bandung tersebut.

“Untuk mengatasi gangguan di lambung itu, Saya biasanya mengkonsumsi obat maag (kimia) berbentuk cair yang Saya beli di Apotik. Sampai suatu saat, sekitar 4 bulan lalu, teman Saya merekomendasikan Kapsul Metama,” Lanjut Maria.

Ia mau mencoba obat ini, tidak hanya karena Kapsul Metama adalah obat maag herbal, tapi juga obat ini sudah teregistrasi di Badan POM, jadi Ia pikir aman “tidak ada salahnya dicoba,” ujar wanita berusia 31 tahun tersebut.

Sungguh Ia tidak menyangka, reaksi ketika pertama minum Metama sangat cepat dan efektif hilangkan perih dan kembung yang ia alami. Berbeda dengan ketika ia konsumsi obat maag kimia yang biasanya masih menyisakan rasa perih di lambung. “Perut rasanya enak setelah minum kapsul metama”, tukas wanita yang punya hobby memasak tersebut.

“Sekarang Maagnya sudah jarang kambuh, tapi saya selalu sedia metama untuk berjaga-jaga” kata Maria, bahagia.

Maria, 31 Tahun

Metama Menyembuhkan Saya dari Maag Kronis yang Menyiksa

Kopi sepertinya jadi minuman wajib bagi Flo yang pada tahun 2015 lalu masih kuliah di Amerika. Bagaimana tidak, jadwal yang padat dan tugas kuliah yang sangat menyita waktu, menuntutnya untuk lebih lama terjaga hingga larut malam bahkan dini hari. Tak ayal kopi lah yang dipilih Flo sebagai doping saat itu. “Saya bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi dalam sehari semalam,” Tutur perempuan berusia 22 tahun ini.

“Saya pikir terlalu banyak mengkonsumsi kopi dan makan makanan pedas saat perut kosong menjadi awal mula Saya terkena sakit maag di samping pola makan yang sangat tidak teratur atau boleh dikatakan berantakan,” lanjut Flo.

Awalnya Flo merasakan sakit di ulu hati, namun Ia abaikan dan tak segara diobati karena tidak tahu kalau itu adalah gejala sakit maag. Namun keluhan itu semakin lama semakin sering Ia rasakan.

Sampai suatu hari di pertengahan tahun 2015 Ia merasakan tidak hanya sakit di ulu hati saja tapi rasa panas di lambung, pusing, mual yang amat sangat disertai keringat dingin yang membuatnya benar-benar tidak bisa beraktivitas dan hanya bisa terkulai di tempat tidur. “Saat itulah untuk pertama kali saya merasakan serangan sakit maag, sampai harus mengkonsumsi obat untuk meredakannya karena benar-benar menyiksa,” Kenang Flo.

Serangan Maag itu sudah sangat mengganggu karena datangnya berkali-kali. Ia mengeluhkan hal ini kepada orang tuanya saat pulang ke Indonesia. Seorang kerabat yang juga penderita sakit maag, menyarankan Flo untuk mengkonsumsi Kapsul Metama yang sudah membantunya terbabas dari sakit maag.

“Awal saya konsumsi Kapsul metama, saya banyak bersendawa dan buang angin. Rasa mual dan perih juga seolah diredam oleh Kapsul Metama, sehingga perut rasanya lega, tidak ada keluhan lagi,” Kata Flo.

Saat itu Ia konsumsi Kapsul Metama sampai lambungnya pulih dengan dosis pengobatan. Kini kondisinya sudah normal namun Ia selalu sedia Kapsul Metama untuk antisipasi karena Ia tidak mau aktivitasnya sebagai Interior Designer terganggu lagi oleh serangan Maag,” Ujar anak ke 2 dari 2 bersaudara itu.

Flo, 22 Tahun

Sakit Perut dan Rasa Asam di Mulut karena Gangguan Lambung Sembuh dengan Metama

Saat muda, Sally, seorang Ibu Rumah Tangga asal Palembang ini, sangat menggemari makanan pedas dan asam, Pempek salah satunya. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, kegemarannya itu berdampak buruk pada lambung.

Memasuki usia 50, Sally mulai merasakan adanya gangguan di lambung. “Salah mengkonsumsi makanan biasanya cepat sekali memicu naiknya asam lambung yang menyebabkan perut saya sakit dan mulut terasa asam. Kalau sudah begitu saya pasti harus ke dokter untuk mencegah supaya gangguan di lambung tersebut tidak semakin parah,” kata Ibu 4 anak tersebut.

Meskipun sifatnya kambuhan tapi Kondisi tersebut berlangsung lama, dan tidak kunjung membaik. Suatu hari putri bungsunya merekomendasikan Kapsul Metama untuk Ia coba. Awalnya Ia ragu, tapi putrinya tersebut meyakinkan Sally, kalau Kapsul Metama aman, karena terbuat dari herbal. Teman-teman di tempat kerjanya sudah banyak yang konsumsi dan gangguan lambungnya teratasi.

“Anak saya menjelaskan, kalau minum obat maag kimia saja saya berani, harusnya saya mau mencoba kapsul Metama yang berbahan alami dan aman bagi tubuh juga sudah teregistrasi di Badan POM, “sambung Sally.

Diyakinkan sedemikian, Sally pun mencoba mengkonsumsi Kapsul Metama dengan dosis pengobatan. Ia merasa lambungnya terasa “enak” ketika pertama kali mengkonsumsi Kapsul Metama. Rasa asam di mulut yang dulu sering membuatnya terganggu pun tidak Ia rasakan lagi ketika mengkonsumsi Kapsul Metama.

Dan setelah hampir satu bulan Ia konsumsi Kapsul Metama, dosisnya sudah Ia turunkan menjadi dosis pencegahan karena Ia merasa kondisi lambungnya sudah sangat membaik.

“Kalau awalnya saya ragu, sekarang setelah saya merasakan sendiri khasiatnya, Saya justru banyak merekomendasikan Kapsul Metama kepada teman-teman Saya supaya mereka juga dapat terbebas dari sakit maag,” pungkas Sally.

Sally, 67 Tahun

Harga Obat Maag Herbal METAMA

obat maag tablet yang bagus

Harga

Rp. 150.000/Box

Pemesanan dapat di lakukan di marketplace kami yang tertera di bawah ini