KAPSUL

METAMA

SOLUSI MAAG KRONIS TERBAIK UNTUK ANDA

Bantu Sembuhkan Maag Kronis dengan Cepat Akibat Asam Lambung Hingga TUNTAS.

Alasan Memilih METAMA

100% Ekstrak Bahan Alami

Obat maag alami dari tumbuhan organi sehingga mudah diserap oleh tubuh.

Teregistrasi BPOM & Halal MUI

Metama telah diteregistrasi resmi di BPOM & Tersertifikasi Halal dari MUI.

Telah Teruji Pra Klinis

Teruji secara pra klinis di Laboratorium Perguruan Tinggi Terakreditasi.

Aman & Berkhasiat

Khasiat dari Obat Herbal Metama Terbukti memelihara kesehatan Lambung.

Testimoni

DISCLAIMER

Reaksi dan hasil setelah mengkonsumsi obat ini, berbeda-beda tergantung dari jenis penyakit, kondisi dan metabolisme tubuh masing-masing individu.

Bagi Anna (43) seorang Ibu dua orang anak ini, Sakit Maag sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Bagaimana tidak, sejak usianya 20-an, setiap kali telat makan maagnya pasti kambuh. “Saya terkena sakit maag sejak kuliah. Mungkin karena sering terlambat makan waktu itu. Awalnya hanya gejala maag biasa, mual, kembung, perih. Tapi lama kelamaan, sakit maagnya makin parah dan menjadi kronis. Kalau saya telat makan, selain, kembung, perih, mual, nyeri, di lambung saya seperti ada angin yang “berjalan-jalan”, kalau sudah begitu badan saya lemas sampai keluar keringat dingin sehingga tidak bisa beraktivitas, saya hanya bisa berbaring saja di tempat tidur,” ujar Anna.

Berbagai obat maag sudah banyak Anna coba, dari mulai obat maag yang dijual bebas sampai obat yang diresepkan dokter tapi Maag kronis Anna tidak juga kunjung sembuh. Anna hanya berusaha menghindari pemicu serangan maagnya saja, seperti tidak boleh sampai telat makan atau menghindari minum kopi. Tapi ketika kondisi tersebut tidak bisa dihindarkan, lagi-lagi Anna harus merasakan akibatnya.

“Suatu hari sekitar dua tahun lalu, Adik ipar saya membawakan Kapsul Metama, obat maag herbal untuk sakit maag. Saya mau langsung mencobanya, karena saya direkomendasikan oleh adik ipar saya yang notabene orang kesehatan, Ia pasti faham tentang obat, dan saya lihat obat ini selain herbal juga sudah ada nomor ijin BPOM nya, jadi tidak ada salahnya Saya coba,” lanjut Anna.

“Waktu pertama minum Kapsul Metama, gas rasanya seperti diluruhkan sehingga kembung perlahan hilang dan perut rasanya nyaman. Dalam rentang waktu 2.5 bulan saya konsumsi, gangguan di lambung seperti perih, mual, dll. Intensitasnya makin lama makin berkurang, hingga saya tidak merasakan lagi semua gangguan itu,” ujar Anna.

Kini Anna merasa sakit maag kronisnya sudah pulih, kalau pun sesekali ia merasakan mual atau perih karena telat makan, intensitas sakitnya tidak seperti dulu, sekarang seperti gejala sakit maag biasa, saya tetap bisa beraktivitas. Bahkan kini Ia bisa mengkonsumsi kopi, minuman yang belasan tahun ia sangat hindari karena takut akan efek samping pada lambungnya,” kata Anna.

Tanpa diketahui penyebabnya, dari 1.5 tahun lalu, Liana, seorang perempuan berusia 42 tahun asal Bandung, mengalami gangguan pencernaan dimana setiap kali BAB selalu encer meski tidak sedang diare karena frekuensinya pun normal. Dan walaupun makanan yang dikonsumsi sudah dijaga, kondisinya tetap demikian.

Liana mengkonsultasikan kondisi tersebut kepada dokter, dan dokter menyatakan bahwa BAB encer yang Ia alami disebabkan karena adanya gangguan pencernaan yang mengakibatkan makanan yang dikonsumsi tidak dapat dicerna dan diserap secara optimal.

“Dokter memberi obat untuk membantu memadatkan BAB Saya. Jadi setiap hari selama 1.5 tahun, Saya harus mengkonsumsi obat tersebut,” Kata Ibu tiga orang anak tersebut.

Ia menjadi sangat tergantung dengan obat itu, karena ketika ia berhenti mengkonsumsi maka BABnya pun akan encer kembali. Kondisi ini tentu membuatnya sangat tidak nyaman. “Karena rasa penasaran dan ingin mendapatkan second opinion, Saya sampai berobat ke Singapura dan ternyata diagnosanya sama, gangguan pencernaan,” Lanjut Liana.

Sampai suatu hari Ia bercerita tentang kondisinya tersebut kepada seorang teman. “Tiga bulan lalu, teman saya merekomendasikan Kapsul Metama, obat maag herbal untuk atasi masalah di lambung. Saya pun langsung mencobanya,” Ujar Liana.

Ia mengkonsumsi Kapsul Metama di pagi hari sebelum sarapan, dan di luar dugaan hanya dalam satu kali konsumsi, Kapsul Metama bisa bekerja memadatkan BABnya tersebut. Dan berbeda dengan obat sebelumnya yang Ia minum, Kapsul Metama membuat perutnya “enteng” karena selain BABnya kembali normal, gas di lambung juga diluruhkan.

Sejak saat itu, ia intensifkan mengkonsumsi Kapsul Metama tanpa di-combain dengan obat lain, sampai Ia merasa kondisinya benar-benar normal. “Saya konsumsi Kapsul Metama 1 – 2 kali sehari. Dan Pernah Saya coba berhenti minum, ternyata BAB saya tetap normal. Berarti Kapsul Metama selain membantu menormalisasi pencernaan Saya juga tidak menyebabkan ketergantungan,” papar Liana.

Senang akan hasil yang Ia rasakan, kini Liana banyak merekomendasikan Kapsul Metama kepada teman dan kerabatnya. Dan hasilnya memang efektif, dapat membantu masalah di lambung dan pencernaan.

Liana, 42 Tahun

Diabetes Melitus yang diderita Inna (40) selama 2 tahun terakhir ini, membuatnya harus terbiasa dengan adanya luka di kaki. Bagi penderita diabetes tipe 2 seperti dirinya, luka bukan hal sepele. Dari luka yang biasanya disebabkan oleh bakteri clostridium Perfringens atau Bacillus Fusiformis inilah dapat menyebabkan infeksi hebat. Kadar gula yang tinggi dapat menurunkan fungsi sistem tubuh sehingga luka dan infeksi akan sulit sembuh karena kemampuan melawan kuman yang menurun.

Untuk mengatasi lukanya, Inna harus mengkonsumsi 2 macam antibiotik yang diresepkan dokter. Antibiotik yang biasanya diberikan kepada penderita diabetes yang mengalami peradangan pada luka. Dimana efek samping dari konsumsi Antibiotik tersebut menyebabkan rasa mual yang luar biasa.

“Sebenarnya saya tidak punya sakit Maag, tapi efek dari mengkonsumsi antibiotik tersebut seperti maag parah, perut sakit, linu, perih, dan asam lambung naik sampai ke tenggorokan, menimbulkan rasa panas  dan membuat mual luar biasa menyebabkan saya muntah-muntah. Jika sudah demikian, saya tidak bisa beraktivitas, hanya terbaring lemah di tempat tidur,” papar Inna.

Kondisi seperti itu Ia jalani selama 10 hari, sesuai dosis antibiotik yang harus dihabiskan. “Meskipun saya sudah mengkonsumsi obat maag dari dokter, 2 jam sebelum minum obat antibiotik itu, namun tetap saja tidak dapat membantu. Kondisi semakin menjadi karena selama 10 hari itu hampir tidak ada makanan yang masuk, karena setiap kali makan, akan keluar lagi karena mual yang tak tertahankan. Satu-satunya minuman yang bisa masuk dan tidak dimuntahkan lagi adalah air kelapa,” papar Inna.

Suatu hari kakak ipar yang khawatir akan kondisi dirinya, membawakan Kapsul Metama, yang sudah membantu mengatasi maag kronis yang lama dideritanya. “Ketika saya terkena infeksi di kaki untuk kedua kalinya. Saya langsung konsumsi Kapsul Metama. Dengan harapan bisa meredam efek mual dan muntah dari antibiotik  itu,” ujar Inna.

Dengan mengkonsumsi Kapsul Metama, Inna tidak merasakan efek mual dan muntah antibiotik seperti sebelumnya. “Perut saya “enak dan nyaman”. Dan yang luar biasa, Ia bisa makan dan minum tanpa rasa mual, apalagi muntah. Kapsul Metama membantu saya melewati 10 hari tanpa efek yang menyiksa dari mengkonsumsi antibiotik seperti sebelumnya,” lanjutnya.

“Kapsul Metama sekarang benar-benar saya jadikan andalan, ketika saya terkena infeksi. Tidak ada lagi hari-hari berat karena efek mual dan muntah dari antibiotik seperti dulu,” tutup Inna bahagia.

Inna, 40 tahun

Tanpa diketahui penyebabnya, dari 1.5 tahun lalu, Liana, seorang perempuan berusia 42 tahun asal Bandung, mengalami gangguan pencernaan dimana setiap kali BAB selalu encer meski tidak sedang diare karena frekuensinya pun normal. Dan walaupun makanan yang dikonsumsi sudah dijaga, kondisinya tetap demikian.

Liana mengkonsultasikan kondisi tersebut kepada dokter, dan dokter menyatakan bahwa BAB encer yang Ia alami disebabkan karena adanya gangguan pencernaan yang mengakibatkan makanan yang dikonsumsi tidak dapat dicerna dan diserap secara optimal.

“Dokter memberi obat untuk membantu memadatkan BAB Saya. Jadi setiap hari selama 1.5 tahun, Saya harus mengkonsumsi obat tersebut,” Kata Ibu tiga orang anak tersebut.

Ia menjadi sangat tergantung dengan obat itu, karena ketika ia berhenti mengkonsumsi maka BABnya pun akan encer kembali. Kondisi ini tentu membuatnya sangat tidak nyaman. “Karena rasa penasaran dan ingin mendapatkan second opinion, Saya sampai berobat ke Singapura dan ternyata diagnosanya sama, gangguan pencernaan,” Lanjut Liana.

Sampai suatu hari Ia bercerita tentang kondisinya tersebut kepada seorang teman. “Tiga bulan lalu, teman saya merekomendasikan Kapsul Metama, obat maag herbal untuk atasi masalah di lambung. Saya pun langsung mencobanya,” Ujar Liana.

Ia mengkonsumsi Kapsul Metama di pagi hari sebelum sarapan, dan di luar dugaan hanya dalam satu kali konsumsi, Kapsul Metama bisa bekerja memadatkan BABnya tersebut. Dan berbeda dengan obat sebelumnya yang Ia minum, Kapsul Metama membuat perutnya “enteng” karena selain BABnya kembali normal, gas di lambung juga diluruhkan.

Sejak saat itu, ia intensifkan mengkonsumsi Kapsul Metama tanpa di-combain dengan obat lain, sampai Ia merasa kondisinya benar-benar normal. “Saya konsumsi Kapsul Metama 1 – 2 kali sehari. Dan Pernah Saya coba berhenti minum, ternyata BAB saya tetap normal. Berarti Kapsul Metama selain membantu menormalisasi pencernaan Saya juga tidak menyebabkan ketergantungan,” papar Liana.

Senang akan hasil yang Ia rasakan, kini Liana banyak merekomendasikan Kapsul Matema kepada teman dan kerabatnya. Dan hasilnya memang efektif, dapat membantu masalah di lambung dan pencernaan.

Liana, 42 Tahun

Saat muda, Sally, seorang Ibu Rumah Tangga asal Palembang ini, sangat menggemari makanan pedas dan asam, Pempek salah satunya. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, kegemarannya itu berdampak buruk pada lambung.

Memasuki usia 50, Sally mulai merasakan adanya gangguan di lambung. “Salah mengkonsumsi makanan biasanya cepat sekali memicu naiknya asam lambung yang menyebabkan perut saya sakit dan mulut terasa asam. Kalau sudah begitu saya pasti harus ke dokter untuk mencegah supaya gangguan di lambung tersebut tidak semakin parah,” kata Ibu 4 anak tersebut.

Meskipun sifatnya kambuhan tapi Kondisi tersebut berlangsung lama, dan tidak kunjung membaik. Suatu hari putri bungsunya merekomendasikan Kapsul Metama untuk Ia coba. Awalnya Ia ragu, tapi putrinya tersebut meyakinkan Sally, kalau Kapsul Metama aman, karena terbuat dari herbal. Teman-teman di tempat kerjanya sudah banyak yang konsumsi dan gangguan lambungnya teratasi.

“Anak saya menjelaskan, kalau minum obat maag kimia saja saya berani, harusnya saya mau mencoba kapsul Metama yang berbahan alami dan aman bagi tubuh juga sudah teregistrasi di Badan POM, “sambung Sally.

Diyakinkan sedemikian, Sally pun mencoba mengkonsumsi Kapsul Metama dengan dosis pengobatan. Ia merasa lambungnya terasa “enak” ketika pertama kali mengkonsumsi Kapsul Metama. Rasa asam di mulut yang dulu sering membuatnya terganggu pun tidak Ia rasakan lagi ketika mengkonsumsi Kapsul Metama.

Dan setelah hampir satu bulan Ia konsumsi Kapsul Metama, dosisnya sudah Ia turunkan menjadi dosis pencegahan karena Ia merasa kondisi lambungnya sudah sangat membaik.

“Kalau awalnya saya ragu, sekarang setelah saya merasakan sendiri khasiatnya, Saya justru banyak merekomendasikan Kapsul Metama kepada teman-teman Saya supaya mereka juga dapat terbebas dari sakit maag,” pungkas Sally.

Sally, 67 Tahun

Kopi sepertinya jadi minuman wajib bagi Flo yang pada tahun 2015 lalu masih kuliah di Amerika. Bagaimana tidak, jadwal yang padat dan tugas kuliah yang sangat menyita waktu, menuntutnya untuk lebih lama terjaga hingga larut malam bahkan dini hari. Tak ayal kopi lah yang dipilih Flo sebagai doping saat itu. “Saya bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi dalam sehari semalam,” Tutur perempuan berusia 22 tahun ini.

“Saya pikir terlalu banyak mengkonsumsi kopi dan makan makanan pedas saat perut kosong menjadi awal mula Saya terkena sakit maag di samping pola makan yang sangat tidak teratur atau boleh dikatakan berantakan,” lanjut Flo.

Awalnya Flo merasakan sakit di ulu hati, namun Ia abaikan dan tak segara diobati karena tidak tahu kalau itu adalah gejala sakit maag. Namun keluhan itu semakin lama semakin sering Ia rasakan.

Sampai suatu hari di pertengahan tahun 2015 Ia merasakan tidak hanya sakit di ulu hati saja tapi rasa panas di lambung, pusing, mual yang amat sangat disertai keringat dingin yang membuatnya benar-benar tidak bisa beraktivitas dan hanya bisa terkulai di tempat tidur. “Saat itulah untuk pertama kali saya merasakan serangan sakit maag, sampai harus mengkonsumsi obat untuk meredakannya karena benar-benar menyiksa,” Kenang Flo.

Serangan Maag itu sudah sangat mengganggu karena datangnya berkali-kali. Ia mengeluhkan hal ini kepada orang tuanya saat pulang ke Indonesia. Seorang kerabat yang juga penderita sakit maag, menyarankan Flo untuk mengkonsumsi Kapsul Metama yang sudah membantunya terbabas dari sakit maag.

“Awal saya konsumsi Kapsul metama, saya banyak bersendawa dan buang angin. Rasa mual dan perih juga seolah diredam oleh Kapsul Metama, sehingga perut rasanya lega, tidak ada keluhan lagi,” Kata Flo.

Saat itu Ia konsumsi Kapsul Metama sampai lambungnya pulih dengan dosis pengobatan. Kini kondisinya sudah normal namun Ia selalu sedia Kapsul Metama untuk antisipasi karena Ia tidak mau aktivitasnya sebagai Interior Designer terganggu lagi oleh serangan Maag,” Ujar anak ke 2 dari 2 bersaudara itu.

Flo, 22 Tahun

Pertanyaan Umum

METAMA® merupakan produk obat maag herbal yang terbuat dari ekstrak tanaman obat alami dan ramuan tradisional. Berkhasiat menyembuhkan gejala sakit maag kronis dan memelihara kesehatan lambung.

Metama terbuat dari tanaman herbal seperti kunyit dan ketumbar yang sudah lama dan banyak digunakan. Yaitu untuk pengobatan penyakit maag dan memelihara kesehatan pencernaan terutama lambung.

  • Membantu memelihara kesehatan bagian lambung.
  • Membantu meredakan sakit lambung dan mual.
  • Membantu memperbaiki peradangan pada lambung.
  • Mengurangi sekresi asam lambung dan meningkatkan produksi mucus untuk melapisi dan melindungi mukosa lambung.
  • Membantu mengeluarkan gas yang ada di dalam lambung.
  • Memelihara kesehatan pencernaan atau usus dan mengobati diare.

Produk Metama aman dikonsumsi karena obat ini dibuat dari 100% ekstrak herbal berkhasiat, sehingga hampir tidak ada efek samping sama sekali.

Obat Metama ini juga telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Juga telah tersertifikasi Halal dari LPPOM MUI.

Produk Metama aman dikonsumsi karena obat ini dibuat dari 100% ekstrak herbal berkhasiat, sehingga hampir tidak ada efek samping sama sekali.

Obat Metama ini juga telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Juga telah tersertifikasi Halal dari LPPOM MUI.

Produk Metama aman dikonsumsi karena obat ini dibuat dari 100% ekstrak herbal berkhasiat, sehingga hampir tidak ada efek samping sama sekali.

Obat Metama ini juga telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Juga telah tersertifikasi Halal dari LPPOM MUI.

Maag atau sering disebut juga dengan nama dispepsia atau radang lambung atau juga tukak lambung merupakan gejala nyeri dan rasa panas pada bagian lambung akibat dari beberapa kondisi kesehatan. Kata maag sendiri merupakan sebuah istilah yang sering digunakan untuk mendefinisikan keluhan pada bagian sistem pencernaan.

Penyakit yang meliputi dari maag seperti gastroesophageal reflux disease atau GERD, irritable bowel syndrome atau IBS, infeksi pada perut, peradangan lambung atau gastritis dan tukak lambung.

Penyebabnya bisa bermacam macam, salah satunya luka pada lapisan organ lambung atau biasa disebut tukak lambung, lalu infeksi dari bakteri bernama Helicobacter pylori, kemudian bisa dari efek samping penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid dan terakhir disebabkan oleh stres.

  • Infeksi BakteriHelicobacter pylori

Helicobacter pylori merupakan bakteri yang mampu tumbuh dan berkembang dalam kondisi asam di lambung. Mikroorganisme ini bisa merusak dinding lambung secara bertahap. Bahkan, cairan asam lambung tidak dapat membunuh bakteri tersebut.

Adanya Helicobacter pylori yang menyebabkan penyakit maag dibenarkan oleh Prof. Barry James Marshall, Peraih The Nobel Prize in Physiology or Medicine tahun 2005. Ia mengungkapkan, bakteri ini bisa membuat luka atau tukak di lambung.

  • Dipicu Stres

Stres sering kali menjadi penyebab sakit maag yang tidak disadari. Dalam kondisi stres, pertahanan lambung terhadap serangan asam lambung menurun. Begitu pula dengan produksi mucous barrier; berkurang karena tingkat stres terlalu tinggi.

Akibatnya, muncul luka di dinding lambung karena tidak ada perlindungan dari mucous barrier.

  • Pola Makan yang Tidak Tepat

Penyebab sakit maag juga bisa karena pola makan yang tidak sesuai jadwal. Anda mungkin mengubah jam makan atau membiarkan perut kosong dalam waktu lama. Padahal, asam lambung terus diproduksi untuk mencerna makanan.

Saat perut kosong, asam lambung tersebut mengenai dinding lambung. Berawal dari sinilah, muncul goresan luka kecil di permukaannya. Jika dibiarkan, luka itu semakin lebar dan berdarah.

  • Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein

Anda suka minum kopi atau makan cokelat? Hati-hati, keduanya mengandung kafeina tinggi.

Jika terlalu sering dikonsumsi, kafeina bisa meningkatkan derajat keasaman perut. Akibatnya, timbul gejala mulas, nyeri ulu hati, hingga rasa terbakar di kerongkongan.

  • Obat Anti-Inflamasi Steroid (OAINS)

Obat Anti-Inflamasi Steroid bisa menjadi penyebab sakit maag yang perlahan tapi pasti. Pasalnya, di kemasan obat ini pun sudah ada peringatan efek samping gangguan pencernaan. Otomatis, jika dipakai dalam jangka waktu panjang, penggunanya bisa terkena maag atau asam lambung.

Demikian ulasan seputar penyebab sakit maag yang harus diwaspadai. Untuk membantu mengobati sakit maag, Anda juga bisa mengonsumsi Metama.

Intensitas rasa sakit akibat gejala maag kronis tidak sebanyak maag akut. Gejalanya pun nyaris tak terlihat. Namun, Anda masih bisa mengenalinya lewat tanda klinis berikut ini.

  • Perut Bagian Atas Terasa Nyeri

Luka di dinding lambung atau usus bisa menimbulkan rasa nyeri di perut bagian atas. Biasanya, nyeri menjalar ke ulu hati, bahu, dan lengan.

  • Nafsu Makan Menurun

Gejala mual dan rasa asam di mulut kerap membuat penderita maag kehilangan nafsu makan. Akibatnya, perut menjadi kembung dan berat badan menurun.

  • Rasa Mual Usai Makan hingga Keluarnya Isi Lambung

Ulcus di lambung pada kasus gejala maag kronis menimbulkan pendarahan. Saat perut terasa mual, darah tersebut keluar bersama isi lambung lewat mulut.

  • Demam dan Sakit Kepala

Maag kronis yang disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori kerap disertai demam tinggi. Naiknya suhu tubuh juga diiringi gejala sakit kepala. Kondisi ini pun menandakan peradangan di lambung semakin parah.

  • Perubahan Warna Kotoran Ketika Buang Air Besar

Pada kasus dispepsia kronis, muncul luka di mukosa lambung yang mengeluarkan darah. Saat buang air besar, darah keluar bersama kotoran dengan warna hitam pekat.

  • Penanganan Pertama untuk Maag Kronis

Hal pertama yang harus dilakukan ketika terkena gejala maag kronis adalah memeriksakan diri ke rumah sakit. Pastikan gejala dispepsia tersebut bisa disembuhkan dengan mengonsumsi obat maag akut resep dokter.

Kemudian, kurangi beban pikiran atau aktivitas yang membutuhkan pemikiran keras. Pasalnya, hal itu bisa menimbulkan stres. Kalau Anda semakin stres, produksi lendir pelindung lambung menjadi terhambat. Sementara itu, asam lambung meningkat dan mengenai peradangan di dinding lambung.

METAMA® merupakan produk obat maag herbal yang terbuat dari ekstrak tanaman obat alami dan ramuan tradisional. Berkhasiat menyembuhkan gejala sakit maag kronis dan memelihara kesehatan lambung.

 

Metama terbuat dari tanaman herbal seperti kunyit dan ketumbar yang sudah lama dan banyak digunakan. Yaitu untuk pengobatan penyakit maag dan memelihara kesehatan pencernaan terutama lambung.

 

Obat Herbal Metama ini aman untuk dikonsumsi karena telah teruji khasiatnya dan memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan No POM TR. 093 303 811 serta bersertifikat Halal MUI dengan no registrasi LPPOM 01131245991219.

 

Penyerapan manfaat METAMA pada tiap pengguna membutuhkan waktu berbeda-beda. Pasalnya, tiap orang punya daya serap tubuh yang tidak sama.

Tiap Kapsul Obat Asam Lambung Herbal Metama® mengandung,

 

Ekstrak Curcuma domesticae Rhizoma Extract

Kunyit (Curcuma domesticae) memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat menekan keluarnya asam lambung berlebihan. Dan dapat meningkatkan kandungan mucus dari getah lambung yang berfungsi melindungi lambung. Serta dapat mengurangi gerak usus terlalu kuat sehingga mampu mencegah diare.

 

Kurkumin yang ada dalam kunyit berkhasiat membunuh kuman atau anti bakteri dan menghilangkan rasa kembung. Karena dinding kantung empedu dirangsang agar lebih sering mengeluarkan cairan pemecah lemak. Tanaman Obat asam lambung herbal rumah kunyit ini juga berkhasiat melancarkan peredaran darah dan meningkatkan energi. Sebagai obat untuk anti radang, peluruh kentut, meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan luka.

Ekstrak Coriandrum sativum Fructus Extract

Ketumbar atau Coriandrum sativum untuk pengobatan maag memiliki khasiat menyembuhkan radang lambung. Dan Gangguan pencernaan serta dapat dimanfaatkan sebagai peluruh kentut, mencegah mual dan pusing.

Untuk penyembuhan  : 3 x 2 kapsul sehari.

Untuk menjaga daya tahan tubuh : 1 – 3 x 1 kapsul sehari.

Diminum sebelum makan.

Peringatan: Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.

Untuk mendapatkan obat herbal Maag Metama bisa melakukan pembelian secara online melalui halaman Marketplace seperti Tokopedia, Shopee & juga Bukalapak.

Dan untuk melakukan konsultasi mengenai penyakit atau informasi mengenai obat Metama dapat menghubungi Customer Service 0812-1420-6567.

 

Pos Terbaru

Harga METAMA

METAMA

KAPSUL
Rp. 249.000 Per Box
  • Minimal Pembelian 3 Box Diskon 5%
  • Minimal Pembelian 5 Box Diskon 10%
Terlaris