Kapsulmetama.com – Konstipasi atau susah buang air besar merupakan gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. Umumnya sembelit pada bayi menjadi indikasi kondisi kesehatan yang lebih serius, yakni gangguan metabolisme tubuh dan sistem pencernaan.

Bayi susah BAB tentu tidak boleh dianggap remeh, sebab ini bisa berakibat buruk terhadap tumbuh kembang tubuhnya secara keseluruhan. Nah, sebagai orang tua, penting bagi Anda mengenali gejala sembelit pada bayi.

Gejala Susah BAB pada Bayi

Pada dasarnya, masing-masing bayi memiliki siklus aktivitas yang berbeda-beda. Pun tidak ada patokan baku mengenai seberapa sering bayi harus BAB dalam sehari, sebab hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aktivitas, makanan yang dikonsumsi, dan kemampuan tubuh menyerap makanan.

Namun, Anda tetap bisa mengetahui apakah si kecil sedang menderita konstipasi dengan memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • Tinja keras dan kering
  • Bayi BAB kurang dari 2 kali dalam seminggu
  • Perut bayi mengeras
  • Bayi terlihat kesakitan/menangis saat BAB
  • Ada bercak darah akibat robeknya dinding rektum saat BAB (kondisi parah)
  • Bayi menangis saat mengangkat kakinya

Jika sembelit bayi tak kunjung membaik dalam 2 pekan, segera periksakan ke dokter agar bisa diketahui penyebab dan diambil tindakan medis yang tepat. Penanganan yang terlambat berisiko menyebabkan gangguan pencernaan yang serius, apalagi jika disertai demam, muntah, sampai penurunan berat badan secara drastis.

Apa Penyebab Bayi Susah BAB?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sulit buang air besar, yaitu:

Susu Formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula (sufor) cenderung rentan mengalami sembelit dibandingkan dengan bayi yang hanya menyusu ASI. Kandungan protein yang cukup tinggi di dalam susu formula memang bisa menjadi salah satu pemicu konstipasi. Jika memang bayi Anda mengonsumsi sufor sebagai pengganti ASI, konsultasikan kepada dokter mengenai hal ini.

Makanan Padat Pertama

Masa peralihan dari makanan lunak ke makanan padat pertama memang berpotensi membuat pencernaan bayi sedikit “kaget” dan terganggu. Ini karena sistem pencernaan mereka belum terbiasa dengan makanan bertekstur sedikit keras. Akibatnya, bayi bisa mengalami sembelit.

Dehidrasi

Dehidrasi juga bisa menjadi salah satu pemicu bayi susah buang air besar. Saat dehidrasi, tubuh kekurangan cairan sehingga beberapa organ tak bisa bekerja dengan maksimal. Penyerapan air di usus pun akan terjadi, sehingga feses menjadi lebih keras, kering, dan susah dikeluarkan.

Baca Juga : 5 Faktor yang Menyebabkan Sembelit (Konsumsi Metama)

Mengatasi Susah BAB pada Bayi

Jangan dulu panik jika si kecil mengalami susah BAB. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Memijat perut bayi secara lembut
  • Memvariasikan menu makan bayi (padat dan cair bergantian)
  • Mencukupi kebutuhan cairan bayi (dengan ASI atau air putih)
  • Mengganti merek susu formula
  • Memijat bayi agar ototnya lebih relaks
  • Memandikan bayi dengan air hangat

Sulit BAB pada bayi harus ditangani secara tepat. Jangan sampai kondisi ini terjadi berlarut-larut dan menyebabkan timbulnya keluhan kesehatan yang lebih parah. Semoga bermanfaat!

Lihat selengkapnya mengenai Produk Kapsul Metama. Pengobatan untuk Obat Maag Kronis atau hubungi kami di kontak Whatsapp yang tertera dibawah ini

0812-1420-6567