Kapsulmetama.com – Diare adalah sebuah gejala yang membuat penderitanya mengalami BAB cair lebih dari tiga kali dalam sehari. Riset nasional yang dilakukan pemerintah pada tahun 2017 menunjukkan, sekitar 31,4 % kematian bayi dan 25,2% kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare.

Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan akibat virus, bakteri, parasit, jamur, dan alergi terhadap makanan maupun obat-obatan. Tidak seperti pada orang dewasa, diare pada anak tidak bisa diremehkan karena balita dan bayi cenderung memiliki kondisi pencernaan yang cukup sensitif dan rentan.

Jika dibiarkan, risiko kesehatan lain akibat diare yang lebih berbahaya seperti dehidrasi, demam akut, hingga feses berdarah bisa menyebabkan kematian. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang cukup aman dan bisa kita lakukan. Berikut ulasannya:

Tidak pernah berhenti memberi cairan

Salah satu efek buruk diare adalah dehidrasi. Dalam kondisi tersebut, tubuh balita akan kekurangan energi, tingkat elastisitas kulitnya menurun, dan daya tahan tubuhnya rentan. Agar balita bisa segera pulih, usahakan untuk senantiasa memberi asupan cairan yang cukup. Salah satunya adalah dengan memberikan ASI atau air putih sebagai ganti cairan yang hilang akibat mencret air.

Pemberian oralit

Selain cairan, saat diare, penderita biasanya juga akan kehilangan banyak kadar garam dari dalam tubuh. Untuk mengatasinya, berikanlah oralit yang merupakan larutan air, garam, dan gula. Berbeda dengan orang dewasa, rasio gula pada larutan oralit untuk bayi biasanya lebih sedikit daripada garam. Untuk memudahkan proses konsumsi, masukkan larutan pada dot minum balita atau suapi bayi dengan larutan menggunakan sendok yang bersih dan steril.

Menjaga asupan makan bayi

Balita yang mengalami diare cenderung kekurangan asupan nutrisi. Padahal nutrisi tersebut penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar penyakit diare atau BAB cair bisa segera pulih. Agar bayi tidak lemas selama gejala mencret, berikan makanan yang mudah dicerna seperti buah pisang yang dihaluskan atau bubur. Untuk balita di atas 2 tahun, Anda bisa menambahkan campuran yoghurt atau keju untuk asupan probiotik yang sangat dibutuhkan pada saat diare.

Pemberian obat herbal

Karena kondisi pencernaan balita cukup sensitif selama mencret, salah satu cara aman untuk mengatasi diare adalah dengan memberikan obat-obatan herbal yang aman dikonsumsi anak. Salah satu obat herbal yang tepercaya dan sudah terdaftar di BPOM adalah Kapsul Metama.

Baca Juga : Keren! Ini Lo Cara Mengatasi Mencret Secara Alami (Minum Metama)

Karena mengandung bahan alami seperti kunyit, minyak atsiri, dan ketumbar, Metama cukup aman dikonsumsi oleh balita atau ibu hamil dan menyusui. Soal khasiat, tidak perlu khawatir. Kapsul yang sudah teruji di perguruan tinggi terakreditasi ini dapat membantu mengatasi berbagai masalah pencernaan, mengurangi gerakan peristaltik pada usus, membantu mengatasi mag, hingga melancarkan peredaran darah.

Jika masih ragu dengan khasiat atau ingin memesan obat herbal ini, Anda bisa mengunjungi situs KAPSULMETAMA.COM.

Jadi, sudah bukan saatnya lagi untuk khawatir jika bayi mencret atau mengalami diare akut. Pastikan Anda melakukan beberapa cara di atas untuk memulihkan kondisi bayi akibat diare. Semoga informasi ini bermanfaat, salam sehat.

Lihat selengkapnya mengenai Produk Kapsul Metama. Pengobatan untuk Obat Maag Kronis atau hubungi kami di kontak Whatsapp yang tertera dibawah ini

0812-1420-6567