Disentri & diare adalah 2 penyakit yang berbeda, kenali perbedaan & cara penanganannya dengan konsumsi Obat disentri alami METAMA.

Kapsulmetama.com – Penyakit disentri dan diare sekilas memiliki gejala yang mirip, yaitu frekuensi buang air yang meningkat, demam, serta nyeri di bagian perut. Namun, penting untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya karena penanganan yang dibutuhkan pun berbeda.

Letak Infeksi Bakteri pada Disentri dan Diare

Salah satu perbedaan mendasar pada penyakit disentri dan diare adalah letak infeksi bakteri dan parasit. Pada diare, bakteri bersarang di area usus halus, sementara infeksi berpusat pada usus besar. Hal tersebut memicu perbedaan pada gejala yang ditimbulkan.

obat mujarab disentri

Obat Disentri Alami

Di dalam usus halus, asupan tubuh belum diproses menjadi ampas yang nantinya akan dikeluarkan melalui saluran pembuangan. Dengan kata lain, cairan yang ada pada usus halus lebih banyak dibandingkan yang ada pada usus besar. Adanya bakteri mengganggu sistem pencernaan pada usus halus sehingga sering kali feses bergabung dengan cairan yang belum sempurna tercerna.

Sementara pada penyakit disentri, infeksi terjadi di area usus besar ketika ampas sekresi tubuh mulai terbentuk. Terkadang, infeksi bakteri atau parasit disentri menyebabkan abses atau luka pada dinding usus besar. Akibatnya, ditemukan darah dan nanah yang keluar bersamaan dengan feses. Buang air besar atau BAB berlendir juga sering ditemukan pada kasus disentri.

Gejala yang paling terlihat dari penyakit diare adalah adanya sakit perut atau mulas setiap kali akan BAB. Pada disentri, sensasi yang dirasakan lebih bisa dikatakan sebagai keram perut dibandingkan mulas.

Komplikasi yang Ditimbulkan oleh Kedua Penyakit

Karena menyerang area yang berbeda, infeksi bakteri pada diare dan disentri juga menimbulkan komplikasi yang berbeda. Infeksi bakteri diare hanya memengaruhi lapisan atas usus. Pemberian antibiotik akan membunuh bakteri dan tubuh akan mengeluarkannya lewat saluran pembuangan. Risiko terbesar dari diare yang terlambat ditangani adalah dehidrasi dan defisiensi gizi serta turunannya.

Berbeda dengan yang ditemukan pada penyakit disentri. Pada kasus disentri, bakteri atau parasit penyebab disentri akan menyerang dan menghancurkan sel epitel yang ada pada usus besar. Itulah kenapa sering ditemukan abses, bisul, dan radang pada infeksi yang menyebabkan disentri.

Pengobatan untuk Disentri dan Diare

Diare yang terjadi selama lebih dari dua hari biasanya akan menimbulkan dehidrasi karena cairan tubuh terus terbuang. Sebaliknya, tidak semua disentri disertai dengan dehidrasi. Maka dari itu, penggunaan oralit pada diare lebih dibutuhkan daripada untuk disentri.

Dari segi pengobatan secara umum, diare membutuhkan pengobatan yang bisa mengubah konsistensi feses menjadi lebih padat seperti atapulgit. Tidak semua jenis diare membutuhkan antibiotik. Sementara pada penyakit disentri, pengobatan wajib menggunakan antibiotik sejenis metronidazole.

Bakteri yang menyerang sel di usus besar harus segera dikeluarkan dari penderita disentri. Pada tahap inilah, dehidrasi mungkin terjadi karena tubuh akan terus mengeluarkan feses untuk membuang bakteri atau parasit yang bersarang di usus besar.

Tambahan Pengobatan Herbal untuk Penyakit Disentri

obat disentri alami

Metama

Selain pengobatan dengan antibiotik, penyembuhan disentri juga bisa dibantu dengan penggunaan obat herbal seperti kapsul Metama yang mengandung bahan alami. Kurkumin dan coriander yang terkandung di dalam Metama sudah lama dikenal sebagai antibiotik dan antiradang alami—cocok untuk kondisi disentri yang dialami penderita.

Karena sudah terdaftar di BPOM, penggunaan kapsul Metama pun aman selama dosis sesuai dengan kondisi penyakit disentri yang diderita. Untuk mengetahui dosis aman, cara penggunaan, serta cara pemesanan, Anda bisa langsung mengunjungi situsnya halaman MARKETPLACE kami.

Konsultasi di Whatsapp 

Order Via Shopee 

Order Via Tokopedia

%d blogger menyukai ini: