METAMA

Sempat Hampir Menyerah karena Sesak Nafas Hebat & Asam Lambung Tinggi, Ling Shen Yao Membantu Proses Pemulihan Saya dari Covid 19

Read the Journal

Anna, 43 Tahun

Bagi Anna (43) seorang Ibu dua orang anak ini, Sakit Maag sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Bagaimana tidak, sejak usianya 20-an, setiap kali telat makan maagnya pasti kambuh. “Saya terkena sakit maag sejak kuliah. Mungkin karena sering terlambat makan waktu itu. Awalnya hanya gejala maag biasa, mual, kembung, perih. Tapi lama kelamaan, sakit maagnya makin parah dan menjadi kronis. Kalau saya telat makan, selain, kembung, perih, mual, nyeri, di lambung saya seperti ada angin yang “berjalan-jalan”, kalau sudah begitu badan saya lemas sampai keluar keringat dingin sehingga tidak bisa beraktivitas, saya hanya bisa berbaring saja di tempat tidur,” ujar Anna.

 

Berbagai obat maag sudah banyak Anna coba, dari mulai obat maag yang dijual bebas sampai obat yang diresepkan dokter tapi Maag kronis Anna tidak juga kunjung sembuh. Anna hanya berusaha menghindari pemicu serangan maagnya saja, seperti tidak boleh sampai telat makan atau menghindari minum kopi. Tapi ketika kondisi tersebut tidak bisa dihindarkan, lagi-lagi Anna harus merasakan akibatnya.

 

“Suatu hari sekitar dua tahun lalu, Adik ipar saya membawakan Kapsul Metama, obat maag herbal untuk sakit maag. Saya mau langsung mencobanya, karena saya direkomendasikan oleh adik ipar saya yang notabene orang kesehatan, Ia pasti faham tentang obat, dan saya lihat obat ini selain herbal juga sudah ada nomor ijin BPOM nya, jadi tidak ada salahnya Saya coba,” lanjut Anna.

 

“Waktu pertama minum Kapsul Metama, gas rasanya seperti diluruhkan sehingga kembung perlahan hilang dan perut rasanya nyaman. Dalam rentang waktu 2.5 bulan saya konsumsi, gangguan di lambung seperti perih, mual, dll. Intensitasnya makin lama makin berkurang, hingga saya tidak merasakan lagi semua gangguan itu,” ujar Anna.

 

Kini Anna merasa sakit maag kronisnya sudah pulih, kalau pun sesekali ia merasakan mual atau perih karena telat makan, intensitas sakitnya tidak seperti dulu, sekarang seperti gejala sakit maag biasa, saya tetap bisa beraktivitas. Bahkan kini Ia bisa mengkonsumsi kopi, minuman yang belasan tahun ia sangat hindari karena takut akan efek samping pada lambungnya,” kata Anna.