Kapsulmetama.com – Maag kronis (dispepsia kronis) merupakan penyakit yang harus diwaspadai sejak dini. Sebab kalau tidak, gangguan kesehatan ini bisa membahayakan diri Anda. Hal itu dibuktikan dengan meninggalnya dr. Ryan Thamrin akibat dispepsia. Sontak, penyebab wafatnya Dr. OZ ini membuat publik penasaran—benarkah maag bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia? Begini penjelasannya dan cara mengobati maag.

Tipe Maag Kronis

Penyakit maag dikatakan kronis jika gejalanya terjadi berulang dan dalam jangka waktu lama. Biasanya, dispepsia kronis berlangsung lebih dari enam bulan dan disebabkan oleh kontaminasi bakteri Helicobacter pylori. Namun, penderitanya hanya merasakan sakit atau nyeri sesekali; tidak intensif seperti maag akut.

Ada tiga tipe maag kronis yang dibedakan berdasarkan penyebabnya berikut ini.

  • MaagTipe A

Anda dikatakan terkena tipe ini jika imun tubuh mulai menghancurkan sel-sel lambung. Jika gejalanya berlanjut, maka bisa mengakibatkan anemia, kekurangan vitamin, serta kanker.

  • MaagTipe B

Di level ini, lambung terinfeksi bakteri Helicobacter pylori. Dampak yang terjadi, yakni tukak lambung, ulcus, hingga pendarahan.

  • MaagTipe C

Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS) dan alkohol adalah penyebab utama maag tipe C. Kondisi lambung di level ini sudah terkikis dan berdarah.

  • Giant Hypertrophic Gastritis

Giant hypertrophic gastritis merupakan tipe maag yang disertai kekurangan protein. Gejala giant hypertrophic gastritis terjadi karena inflamasi di dinding bagian dalam sel.

Mengapa Maag Kronis Bisa Menyebabkan Orang Meninggal Dunia ?

Serangan maag biasanya disertai dengan meningkatnya asam lambung. Dalam kondisi tersebut, penderita maag enggan mengonsumsi makanan. Akibat yang terjadi, mereka terlambat makan. Bahkan, mereka kerap menyantap makanan porsi besar secara tiba-tiba.

Di fase tersebut, penderita maag baru merasakan sakit perut, mulas, mual, dan sendawa. Perut juga terasa penuh dan kembung meskipun belum melahap makanan. Umumnya, gejala maag ini juga diiringi dengan perasaan ingin buang air besar.

Baca juga : 5 Cara Mengobati Asam Lambung secara Alami (Tanpa Bahan Kimia)

Jika diabaikan, gejala awal maag bisa berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Lewat dua minggu, tanda klinisnya meningkat—penderita mengalami pendarah di lambung. Kalau masih dibiarkan juga, bisa berimbas pada kebocoran usus. Kedua kondisi itulah yang dapat menyebabkan penderita maag meninggal dunia.

Jadi, untuk mencegah serangan dispepsia kronis, Anda bisa memelihara kesehatan lambung dengan mengonsumsi Metama. Produk ini merupakan sediaan herbal yang bisa menjadi cara mengobati asam lambung serta membantu meredakan gejala maag sekaligus membantu menjaga kesehatan lambung.

Metama terbuat dari bahan-bahan alami yang berasal dari ekstrak tumbuhan sesuai resep ramuan tradisional. Metama aman dikonsumsi karena sudah teruji di perguruan tinggi terakreditasi dan terdaftar resmi di BPOM.

Mengonsumsi Metama dapat dilakukan bersama produk lain dengan jarak konsumsi minimal 2 jam. Khasiat Metama bisa dirasakan tiap pengguna dalam jangka waktu berbeda karena daya serap tubuh yang tidak sama.

Baca Juga : Jual Obat Maag

Seimbangkan konsumsi Metama dengan melakukan olahraga ringan dan menyantap makanan bergizi dengan begitu maag kronis tidak akan menjangkiti Anda. Untuk info lengkap mengenai produk ini atau berkonsultasi, Anda bisa kunjungi web kapsulmetama.com.

Itulah artikel seputar maag kronis yang harus diwaspadai. Semoga bermanfaat.

info lengkap atau berkonsultasi silahkan hubungi kami di

0812-1420-6567