Kapsulmetama.com – Disentri merupakan salah satu jenis penyakit yang mengganggu bagian pencernaan terutama usus. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini bisa berbeda tergantung penyebabnya. Secara umum, ada dua jenis disentri yaitu basiler dan amoeba.

Penyebab dan Gejala Disentri Basiler

Disentri basiler disebabkan oleh bakteri Shigella yang mengontaminasi tubuh melalui makanan atau minuman yang tidak higienis. Makanan atau minuman yang terkontaminasi akan melepaskan bakteri Shigella di dalam sistem pencernaan. Biasanya, anak-anak lebih rentan terserang oleh bakteri jenis ini. Faktor lingkungan dan gaya hidup yang tidak bersih juga berpengaruh besar terhadap terjadinya penyakit ringan ini.

Pada jenis basiler, penderita mungkin merasakan diare, muntah, demam, keram perut, hinggal mual. Menurut beberapa kasus yang ditemukan, diare mungkin disertai dengan nanah dan darah. Infeksi bakteri Shigella mungkin berlangsung sekitar 1 hingga 7 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Jika diobati dengan benar, gejala yang muncul bisa reda dan sembuh dalam waktu 3 hingga 7 hari.

Penyebab dan Gejala Disentri Amoeba

Sementara pada disentri amoeba, penyebabnya adalah parasit bersel satu yang bernama Entamoeba hitolytic. Walaupun memiliki gejala yang mirip dengan basiler, pada jenis amoeba gejala mungkin dirasakan penderita sekitar 10 hari setelah amoeba masuk ke dalam tubuh.

Disentri amoeba dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan berjenis basiler karena amoeba mungkin masuk ke area sirkulasi hati atau menimbulkan abses di jalur pencernaan terutama usus. Rasa sakit yang biasa dialami oleh penderita jenis amoeba pun lebih hebat dibandingkan yang terjadi pada jenis basiler.

Kondisi Lingkungan Memengaruhi Risiko Penyakit Disentri

Bakteri dan parasit penyebab penyakit disentri sering kali ditemukan di lingkungan dengan air yang tidak bersih, serta fasilitas sanitasi yang buruk. Bukan hanya di rumah, terkadang penderita disentri bisa saja terkena bakteri saat buang air, makan, mandi, atau cuci tangan di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.

Menyembuhkan Penyakit Disentri

Karena masa inkubasi dan infeksi yang tergolong cepat, kedua jenis penyakit disentri di atas harus ditangani dengan segera. Kondisi diare dan muntah yang terus menerus bisa menimbulkan dehidrasi hingga kehilangan gizi dari tubuh. Biasanya, dokter akan memberikan solusi berupa pemberian antibiotik untuk mempercepat pembuangan bakteri dari tubuh.

Namun begitu, abses atau luka dalam organ yang mungkin disebabkan oleh penyakit ini mungkin akan membutuhkan beberapa waktu hingga benar-benar sembuh. Inilah mengapa penderita sebaiknya membantu pengobatan dengan cara alternatif yang bisa dilakukan di rumah.

Baca Juga : Begini Cara Mengobati Sakit Maag (2x lebih Cepat)

Obat Herbal Maag Kronis dan Disentri Kapsul Metama

Salah satu contohnya adalah dengan mengonsumsi kapsul Metama. Kapsul tersebut memiliki kandungan bahan-bahan alami seperti kunyit dan ketumbar yang sudah lama dikenal sebagai antibiotik alami. Melalui cara pembuatan yang modern dan higienis, adanya kapsul metama bisa membantu penderita mendapatkan khasiat herbal dengan cara konsumsi yang lebih mudah.

Dengan khasiatnya memelihara saluran pencernaan serta meringankan radang lambung, kapsul Metama patut Anda coba sebagai pendamping penyembuhan medis dan perubahan gaya hidup dalam menangani disentri. Jika Anda tertarik, informasi lebih lengkap bisa didapatkan di www.kapsulmetama.com. Sebelum membeli, sebaiknya lakukan konsultasi via website untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penggunaan obat herbal tersebut.

Lihat selengkapnya mengenai Produk Kapsul Metama. Pengobatan untuk Obat Maag Kronis atau hubungi kami di kontak Whatsapp yang tertera dibawah ini

0812-1420-6567